Feeds:
Posts
Comments

Noktah yang terapung sunyi dalam luasnya peradaban yang di bangun oleh kekuasaan, mungkin salah satu ungkapan yang terkesan nanar. Namun nyata jika kata – kata Pesternak penyair Rusia itu kita kaitkan pada sosok seorang pemuda di negeri ini, negeri ini adalah negeri yang sebagian besar fondasinya adalah tulang belulang para pemuda, yang jumlah angkatan mudanya lebih banyak dari pada angkatan tua namun kesempatan untuk memegang kekuasaan bagi pemuda menjadi sangat sempit dan kita sangat menyadari itu. Kaum muda selalu di pecundangi dalam setiap perubahan yang di lakukannya tahun 1966, 1998. karena setiap perubahan yang terjadi selalu bebalik kepada setatus quo yang mempertahankan kebiasaan lama semata-mata demi kelestarian.

Perubahan yang selalu berbalik pada status quo yang menjadikan negeri ini selalu terseok dalam keberjalanannya, pembangunan menjadi bayang – bayang atau kalau tak mau di sebut menjadi sebuah ilusi bagi mayoritas rakyat Indonesia. Kejadian ini terus saja berulang tampak mentok dan membuat frustasi bagi rakyat Indonesia, kondisi ini yang membuat rakyat Indonesia seperti menginginkan suatu yang baru suatu hal yang mengarahkan pada perubahan yang tidak khianat padanya namun perubahan yang berpihak padanya, dan perubahan yang berpihak tampaknya tidak bisa di harapkan lagi dari orang-orang tua karena sejarah mereka adalah sejarah stagnasi bukan sejarah perubahan dan tidak sesuai dengan zeitgeist (semangat zaman).

Kepemimpinan muda

Sebenarnya konteks kepemimpinan bukan konteks tua atau muda namun konteks dalam kemampuan menjalankan amanah, namun sialnya orang tua semakin tidak rasional dan menuju kepikunan namun pemuda menuju pada kematangan. Kepemimpinan muda sebenarnya adalah terminology yang aneh dan absurd, apakah yang dimaksud adalah kepemimpinan yang memiliki kesanggupan untuk melakukan hal-hal yang diluar batasan yang di buat mapan oleh para pendahulu atau kepemimpinan yang di pegang oleh orang yang berusia muda. Batasan inilah yang perlu di perjelas agar dapat di tangkap oleh skala berfikir kita.


 Jika konteks kepemimpinan muda di tautkan pada soal umur ini menjadi tidak relevan, mangapa? Karena umur tidak bertautan langsung dengan kemampuan, progresifitas, etos atau paradigma seseorang. Yang tepat jika konteks kepemimpinan muda di terapkan pada visi, etos, paradigma, mindset, dan prilaku pembaruan, trobosan serta inovasi.

Mengapa di kaitakan dengan orang muda, karena para pemuda akan selalu bergairah dan tidak puas ( selalu tidak puas—untuk apa dunia ini ada jika bukan untuk pemuda-pemuda yang tidak puas itu ) rasa tidak puas dengan keadaan, yang menggirng pada perubahan yang tidak kompromis dan mungkin cenderung radikal, perubahan yang mendasar, dan tidak kompromistis ini yang di butuhkan Indonesia, karena negeri ini telah begitu sakit dan cara-cara kompromistis bukanlah penyelesaian. Indonesia tidak mungkin mempunyai uang untuk membangun jika kita masih terus membayar hutang, Indonesia tidak memegang uang jika sumber – sumber strategis tidak di kelola oleh negeri ini sendiri, Indonesia masih akan tetap pincang jika tentakel tentakel birokrasi yang membusuk masih menggarayangi, dan negeri ini masih akan terus kerontang sampai darah koruptor dan gali kelas kakap belum tertumpah. Dan segala hal ini butuh keberanian untuk melakukannya, dan kaum muda kaum yang merasa tidak puas inilah yang paling merasakan gelora untuk menjalankanya, karena mereka sebenarnya salah satu komponen yang merasa sesak oleh kekuasan lama yang gagal.

Bagai mana mewujudkan kepemimpinan kaum muda? Kepemimpinan kaum muda sebenarnya bukanlah konsep instant, karena dalam berpolitik dan kekuasaan pengalaman itu penting, Hu Jintao adalah kader partai komunis semenjak mahasiswanya, Vladimir Putin mantan agen KGB masuk KGB setelah lulus dari kuliahnya, dan Soekarno adalah pemimpin pada usia dua puluh tahunan. Dari beberapa fakta bahwa kepemimpinan muda adalah digagas melalui tempaan yang jelas, bukanya dari pesuruh tukang beli kopi di partai kemudian setelah berpuluh tahun mengabdi di partai menjadi bupati, namun disini ada pengkaderan yang jelas, dan sayang nya pengkaderan dalam partai di Indonesia ini seperti berhenti, pengusaha yang tidak jelas juntrunganya bisa langsung menjadi ketua partai, sedangkan pendidikan yang di terima sebagian kecil orang bukan menghasilkan seorang pemimpin melainkan hanya di arahkan untuk memainkan peran tertentu karena kerangka system telah di persiapkan pentas telah di sediakan dan setiap orang hanya di tuntut untuk memainkan peran yang telah di siapkan rule and regulation pendidikan mengabdi pada perintah pendidikan mengabdi pada system, jadi apa yang di harapkan jika pengkaderan partai dan pendidikan tidak mampu menghasilkan seorang pemimpin terutama generasi pemimpin baru yang muda? Saya anggap bahwa dalam setiap keadaan selalu saja ada anomaly, dan anomaly yang bisa di harapkan adalah anomaly dari pendidikan, mengapa pendidikan colonial bisa menghasilkan para pemberontak macam Soekarno, ini di sebabkan karena watak ilmu yang tidak berubah yaitu mencari kebenaran, kepemimpinan muda dapat di harapkan dari orang-orang terdidik yang sadar akan lingkungannya.

Pengkaderan atau pendidikan merupakan satu tahap dan masih ada tahap lain yaitu bagai mana orang yang muda namun faham dan terdidik ini bisa mampu memegang tampuk kekuasaan? Kita bisa memanfaatkan kemampuan berfikir kita dengan membentuk organisasi dalam arti lain membentuk partai dengan semangat yang memang memperjuangkan rakyat, tidak kompromistis singkatnya partai kaum muda.

Mengapa partai (partai kaum muda) kerena perjuangan ini adalah masalah kuasa dan masalah kuasa adalah masalah machtvorming, machtvorming adalah berarti vormingnya macht, pembikinan tenaga, pembikinan kuasa, machtvorming adalah jalan satu-satunya agar kaum sana (tua) tunduk dengan kaum kita (muda)

Machtvorming, pembikinan kuasa,— oleh karena soal membawa peruabahan bagi Indonesia adalah soal kuasa, soal macht. Machtvorming, oleh karena seluruh riwayat dunia menunjukan bahwa perubahan-perubahan yang besar hanya dapat di lakukan oleh kaum yang menang (Soekarno) . Dan ini hanya dapat dicapai dengan mengumpulkan kekuatan melalui partai, bukan partai yang tawar- menawar, oportunis, dan possibilis yang selamaya menghitung untung rugi tapi partai yang radikal yang siap menjadi antitesis dari segala kebobrokan yang berlaku sekarang

 

BIAR KANLAH PARA GAEK-GAEK

ITU MATI SEMUA

KARENA SEJARAH MEREKA

ADALAH SEJARAH STAGNASI

MASA BERHENTINYA IMAJINASI DAN KEBERANIAN

MASA KETIKA PROSTAT MENYERANG

DAN GAIRAH YANG MATI

sepertinya aku mencintaimu

cepat atau lambat kata ini terlontar

tak ada bedanya

karena waktu masa lalu yang usang dan masa depan yang absurd

sedang rasa ini

adalah kekinian yang begitu nyata

sedang rasa ini urusan aku manusia

dengan ego dan individu yang utuh

bersangkut dengan kau

dan Tuhan yang memiliki segalanya termasuk rasa ini

noktah yang terapung sunyi

terasa nanar mungkin kata-kata itu

terasa hiperbolis mungkin kau menganggapnya

namun aku mendengar getar hati ku

dan menyelusur jejaring saraf otakku

dan menyimpulkan dari fakta-fakta subyektif tersebut

bahwa akulah noktah itu

bahwa akulah noktah itu

namun kawan jika kau menganggap aku seorang fatalis

kau salah besar

karena aku yang akan memberi noda merah pada kertas sejarah yang telah kelabu

karena aku yang akan memberi warna putih di antara hitam

karena aku bukan hanya dialektika sejarah yang menjemukan

namun aku adalah ego yang sempurna

apakah yang paling menggangu tatanan kehidupan

satu adalah kebenaran

dua adalah cinta

karena kebenaran begitu cair sehingga ia mampu menyelusup dari

dinding-dinding kepalsuan

namun kebenaran seringkali begitu pahit

menggoyang status quo dan menelanjangi kebodohan kita sebagai manusia

sedangkan cinta

cinta akan membawamu dari tempat duduk mu yang membosankan

kedalam petualangan-petualangan dan tikungan yang tajam dalam hidup mu

dalam cinta kaki tangan rasionalitas teramputasi

dinding-dinding kekuasaan dan kekerasan yang menjadikan ruang sebagai geometri yang kaku

sedikit demi sedikit terkikis dan pada akhirnya runtuh

cinta dan kebenaran

cinta dan kebenaran

MENGAPA AKU BEGITU MERAGU YA TUHAN KU